Dipublikasikan pada 2026-07-01 oleh Rio Oktavian

Cara Akurat Membedakan Uang Kuno Asli dan Palsu (Panduan 2026)

Mengoleksi uang kuno (numismatik) adalah hobi yang menguntungkan sekaligus berisiko jika Anda tidak memiliki pengetahuan yang cukup. Seiring dengan naiknya harga uang kuno di pasaran, marak beredar uang reproduksi atau palsu. Berikut adalah cara membedakan uang kuno asli dan palsu:

1. Periksa Watermark (Tanda Air)

Pada uang kertas peninggalan Orde Lama dan Orde Baru, watermark adalah fitur keamanan utama. Terawang uang kertas di bawah cahaya terang. Uang asli memiliki watermark yang menyatu dengan serat kertas dan memiliki gradasi yang halus, bukan hasil cetakan tinta.

2. Rasakan Tekstur Kertas (Cetak Intaglio)

Uang kertas kuno yang asli, terutama pecahan besar seperti Rp 10.000 Sudirman atau Rp 5.000 Banteng, menggunakan teknik cetak intaglio. Teknik ini membuat tinta terasa timbul saat diraba, terutama pada bagian nominal dan tokoh pahlawan.

3. Ketebalan dan Bunyi Kertas (Crispness)

Uang kertas asli terbuat dari serat kapas khusus, bukan kertas HVS biasa. Uang dengan kondisi UNC (Uncirculated) akan mengeluarkan bunyi 'renyah' (crisp) saat dikibas. Kertas palsu biasanya terasa terlalu licin atau mudah kusut.

4. Perhatikan Benang Pengaman

Untuk uang emisi 1990-an ke atas, pastikan benang pengaman tertanam rapi di dalam kertas, bukan sekadar garis yang dicetak di permukaan. Pada beberapa seri, benang ini akan berpendar di bawah sinar UV.

Jangan mudah tergiur dengan harga murah yang tidak masuk akal. Pastikan Anda selalu bertransaksi di platform terpercaya seperti DuitKuno.com yang memberikan garansi keaslian 100%.

Kembali ke Daftar Artikel